Bisa Tembus 110 Dollar
NEWS ANALISIS
Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi
Kurtubi
Pengamat Perminyakan
Bisa Tembus 110 Dolar
TREND kenaikan harga minyak saat ini akan naik terus. Alasannya, pertama, OPEC tidak akan menambah produksi. Kemudian, sampai sekarang Saudi Arabia belum mengeluarkan komitmen untuk menaikkan produksinya.
Satu-satunya cara untuk menekan kenaikan adalah dengan menaikkan sisi supply (ketersediaan-red). Sebab sisi demand-nya (permintaan- red), mustahil kita melarang orang Amerika di bagian selatan dan Eropa di bagian utara untuk memakai alat pemanas di musim dingin. Sementara musim dingin kali ini lebih dingin daripada sebelum- sebelumnya. Kita juta tidak mungkin memaksakan Cina menurunkan ekonominya secara mendadak atau India juga demikian.
Jadi secara teori, Saudi Arabia, yang memiliki cadangan minya 1,5 juta barrel per hari, harus menambah supply-nya. Kalau Saudi menambah supply yang besar, kemungkinan harga agak sedikit melemah. Tapi kalau tidak, kita harus bersiap menerima kenyataan bahwa trend harga bisa naik hingga pertengahan 2008 nanti.
Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi
Kurtubi
Pengamat Perminyakan
Bisa Tembus 110 Dolar
TREND kenaikan harga minyak saat ini akan naik terus. Alasannya, pertama, OPEC tidak akan menambah produksi. Kemudian, sampai sekarang Saudi Arabia belum mengeluarkan komitmen untuk menaikkan produksinya.
Satu-satunya cara untuk menekan kenaikan adalah dengan menaikkan sisi supply (ketersediaan-red). Sebab sisi demand-nya (permintaan- red), mustahil kita melarang orang Amerika di bagian selatan dan Eropa di bagian utara untuk memakai alat pemanas di musim dingin. Sementara musim dingin kali ini lebih dingin daripada sebelum- sebelumnya. Kita juta tidak mungkin memaksakan Cina menurunkan ekonominya secara mendadak atau India juga demikian.
Jadi secara teori, Saudi Arabia, yang memiliki cadangan minya 1,5 juta barrel per hari, harus menambah supply-nya. Kalau Saudi menambah supply yang besar, kemungkinan harga agak sedikit melemah. Tapi kalau tidak, kita harus bersiap menerima kenyataan bahwa trend harga bisa naik hingga pertengahan 2008 nanti.
Selain faktor supply dan demand, ada faktor lain yang mempengaruhi kenaikkan harga minyak. Yaitu, ada pengaruh spekulan di New York, ada juga perubahan geologi Amerika terhadap Iran misalnya. Tapi itu semua kalau boleh dikalkulasi dengan angka hanya sekitar 10-15 persen dari pembentukan harga saat ini.
Dari pertemua OPEC di Saudi Arabia baru-baru ini, saya tidak ada menerima informasi tentang sikap yang bakal diambil untuk menyikapi kenaikan harga. Saya hanya dapat informasi-informasi umum yang ada bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksinya.
Cuma, menurut analisis saya sebagai pengamat, Saudi Arabia tidak menaikkan produksi sekarang, walaupun ada tekanan dari AS. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Saudi Arabia sudah berproduksi pada kapasitas maksimal. Kalau itu terjadi maka kenaikan harga tidak akan bisa dicegah.
Jika Saudi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, di awal 2008 harga bisa mencapai 110 dollar per barrel. Lalu akan ada sedikit pelemahan nanti di triwulan kedua 2008. Di saat itu demand akan mulai menurun karena musim dingin telah berlalu.
Saat ini, kita mengekspor minyak jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan impor. Ekspor berjumlah sekitar 200 ribu barrel per hari, impornya sekitar 350 ribu minyak mentah, yang diimpor 400 ribu barrel per hari. (Persda Network/h10/amb)
Comment Form under post in blogger/blogspot